

Keberhasilan Bapak Suwaji melalui Poklahsar Kelompok Tani Satreyan II juga memberikan inspirasi bagi Paguyuban Kelompok SPP untuk dapat memotivasi kelompok dalam usaha. Memalui pertemuan Paguyuban Kelompok SPP pada tanggal 27 September 2013, UPK juga menghadirkan Bapak Suwaji sebagai salah satu Nara Sumber dalam kegiatan Paguyuban SPP untuk meninisiasikan usaha yang sudah dikelolanya pada kelompok SPP yang ada di Kecamatan Geneng. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya dalam memberikan motivasi dan inspirasi bagi ibu-ibu untuk memulai usaha dengan mendaya-gunakan potensi yang ada disekitarnya, sebagaimana yang sudah dilakukan oleh Bapak Suwaji.
Paguyuban Kelompok SPP yang merupakan salah satu kegiatan sebagai bentuk penguatan kelompok SPP yang sudah bergabung dengan UPK. Kegiatan ini diharapkan juga mampu memberikan inspirasi dan motivasi bagi pemanfaat SPP untuk mengembangkan usaha yang telah dimiliki. Kegiayan paguyuban kelompok tanggal 27 September 2013 dengan menghadirkan nara sumber pelaku usaha yang berasal dari orang setempat memiliki beberapa nilai strategis:
- Sebagai upaya menjalin kerjasama dengan kelompok-kelompok lain yang berada di wilayah setempat, sehingga diharapkan mampu bermitra dalam pengembangan kelompok SPP yang sudah berjalan hampir 5 tahun.
- Melalui nara sumber setempat seperti ini juga diharapkan memberi kemudahan relasi antar pelaku, sehingga upaya menjalin kerjasama dapat ditindak-lanjuti oleh kelompok SPP maupun pemanfaat yang ada didalamnya..
- Menggugah kesadaran bagi kelompok atau pemanfaat SPP bahwa beragam usaha juga dapat dikembangkan dengan memulai apa yang ada disekitar.
- Keberhasilan nara sumber juga diharapkan menjadi inspirasi bagi kelompok maupun pemanfaat, baik untuk memulai usaha maupun meningkatkan usaha yang sudah digelutinya bahwa pentingnya keuletan dengan mengoptimalkan produk mulai dari proses olah sampai kemasan.
Keberanian Bapak Suwaji untuk selalu mencoba dan gagal, kemudian mencoba lagi diharapkan mengisisiasi kelompok dan pemanfaat SPP untuk memulai usaha atau mengembangkan usaha yang digelutinya, bahkan bila perlu keluar dari ‘pakem’ yang selama ini dilakukan.
Beberapa kelompok SPP yang sudah eksis dengan konsentrasi pada produk tertentu memang sudah ada, seperti : Kelompok Jamu di Dusun sambirobyong, Desa Geneng yang berkonsentrasi di usaha jamu tradisional atau Kelompok Sejahtera di Dusun Jetak Desa Klitik dengan usaha pembuatan tusuk sate. Namun dengan menghadirkan nara sumber diharapkan dapat memberi inspirasi bagi kelompok lain untuk segera memulai.
Tawaran pelatihan bagi pemerintah dan masyarakat desa.
BalasHapusPaket pelatihan dapat dilihat di
http://mustikajikebumen.blogspot.com/2009/08/penawaran-peningkatan-kapasitas.html